0 reading now0 total views
HomeNewsIndonesiaErupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup dan 170 Ribu Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup dan 170 Ribu Penumpang Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat delapan bandara ditutup sementara dan berdampak pada sekitar 170 ribu penumpang.

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup dan 170 Ribu Penumpang Terdampak
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat delapan bandara ditutup sementara dan berdampak pada sekitar 170 ribu penumpang.

Jakarta — Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat delapan bandara harus menghentikan operasional sementara, sementara sekitar 170 ribu penumpang terdampak akibat pembatalan dan penundaan penerbangan.

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat, 4 September 2026. Abu vulkanik dari erupsi kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk kawasan Jakarta.

1.558 Penerbangan Terdampak

Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat gangguan yang ditimbulkan sebaran abu vulkanik. Dampaknya dirasakan sekitar 170.000 penumpang di sejumlah bandara.

Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang mengalami dampak terbesar. Ratusan penerbangan domestik, internasional, dan kargo harus mengalami perubahan jadwal maupun pembatalan akibat kondisi ruang udara yang dinilai tidak aman untuk penerbangan.

Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi pesawat karena dapat mengganggu mesin serta berbagai sistem pesawat. Karena itu, penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan.

Delapan Bandara Ditutup

Delapan bandara di Indonesia terdampak penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Selain Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, sejumlah bandara lain di Jawa Barat dan Lampung juga terdampak.

Otoritas penerbangan terus mengevaluasi kondisi berdasarkan pergerakan abu vulkanik dan perubahan arah angin. Karena kondisi dapat berubah dengan cepat, jadwal pembukaan kembali bandara juga dapat mengalami perubahan.

Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 50.000 Kaki

Aktivitas erupsi Anak Krakatau menghasilkan kolom abu yang cukup tinggi. Pemantauan menunjukkan abu vulkanik mencapai sekitar 50.000 kaki di sisi yang mengarah ke Sumatra, sementara sebaran ke arah Jawa mencapai sekitar 20.000 kaki.

Sebaran abu tersebut membuat wilayah yang cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau ikut terdampak. Jakarta dan sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat, serta Lampung menjadi beberapa kawasan yang mengalami dampak dari abu vulkanik.

Sekolah Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh

Dampak erupsi tidak hanya dirasakan sektor penerbangan. Sejumlah sekolah di wilayah yang terdampak abu vulkanik juga menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah perlindungan terhadap siswa.

Masyarakat di wilayah yang mengalami hujan abu juga diimbau menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta lembaga terkait.

Aktivitas Anak Krakatau Masih Dipantau

PVMBG masih memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Erupsi terbaru tercatat pada Minggu malam, 6 September 2026, dan potensi terjadinya erupsi lanjutan masih menjadi perhatian.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keselamatan penerbangan selama sebaran abu vulkanik masih berpotensi mengganggu ruang udara.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, operasional sejumlah bandara dapat kembali berubah sewaktu-waktu. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari wilayah terdampak diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.

// community

Comments 5

Lauren Brooks

Tidak bertele-tele.

Beatriz Silva

This gave me a fresh way to think about the subject. I learned something new today.

Hendra Wijaya

Bahasanya enak dibaca dan poin-poin pentingnya tersampaikan dengan baik.

Citra Dewi

Bagian analisisnya menarik dan membuat saya ingin mencari tahu lebih banyak.

Fajar Hidayat

Saya baru memahami topik ini setelah membaca penjelasan yang sederhana ini.